Kamis, 08 April 2010

Kisah tentang Cinta, Kekayaan, Kecantikan, Kegembiraan dan Kesedihan

Kisah tentang Cinta, Kekayaan, Kecantikan, Kegembiraan dan Kesedihan

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah benda abstrak,yaitu Cinta, Kekayaan, Kecantikan, Kegembiraan dan Kesedihan . Pada awalnya mereka hidup bersama-sama dengan aman dan saling memerlukan. Namun pada suatu hari, badai datang menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba bergelombang dan menimbulkan ombak yang sangat besar dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni di pulau itu segera berusaha menyelamatkan diri.

Cinta sangat bimbang karaea dia tidak pandai berenang dan tidak memiliki perahu. Ia berdiri di tepi pantai untuk meminta bantuan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki Cinta. Tidak lama kemudian kelihatan Kekayaan sedang mengayuh perahu.
"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta.
Dengan segera Kekayaan pun menjawab, "Ohh! Maafkan aku Cinta." kata Kekayaan. "Perahuku telah penuh dengan semua hartaku. Aku tak dapat membawamu bersama, nanti perahu ini akan tenggelam. Lagi pula tak ada tempat lagi untukmu di perahuku ini."

Cinta amat sedih sekali, namun kemudiannya dia melihat Kegembiraan melintasi di depannya dengan sebuah perahu.
"Kegembiraan! Tolonglah aku!" teriak Cinta. Oleh karena Kegembiraan terlalu gembira dia telah menemukan sebuah perahu, dia tidak lagi mendengari teriakan Cinta. Air semakin meninggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik.

Tidak lama selepas itu, lewatlah Kecantikan di depannya.
"Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!" teriak Cinta.
"Wah, Cinta, kamu sudah basah dan kotor. Aku tak boleh membawamu bersama. Nanti kamu akan mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan. Cinta amat sedih mendengarnya.

Cinta mulai menangis terisak-isak. "Apa kesalahanku, mengapa semua orang tidak mempedulikan aku?" rintihnya sayu.

Ketika Cinta sedang menangis, tampak Kesedihan dengan perahunya.
"Ohh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta.
"Maaf, Cinta. Aku sedang bersedih dan aku ingin sendiri," kata Kesedihan sambil terus mendayung perahunya.

Cinta sudah mulai putus asa. Air semakin naik dan akan menenggelamkannya. Cinta terus berharap agar dirinya akan diselamatkan orang. Dia berdoa kepada Tuhan. "Oh Tuhan, tolonglah aku, apa akan terjadi pada dunia tanpa aku, tanpa Cinta?"

Pada saat yang kritis itu, tiba-tiba terdengar sebuah suara memanggilnya,
"Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!"
Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua berjanggut panjang memutih sedang mendayung perahunya. Cinta pun naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkan tempat itu.

Kemudian setibanya di pulau yang berdaratan, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera meninggalkan pulau itu. Pada ketika itulah, baru Cinta sadar bahwa dia tidak mengetahui siapakah gerangan orang tua itu yang baik hati dan telah menyelamatkannya itu.

Cinta segera bertanya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang itu.
"Oh, orang tua tadi, Dia ialah Waktu!" kata orang itu.
Cinta pun bertanya lagi. "Tapi mengapa dia menyelamatkan aku? Aku tak kenal dia. Sedangkan kawan-kawan yang mengenaliku tidak mau menolongku." tanya Cinta keheranan.
"Sebab hanya Waktulah yang tahu betapa berharganya Cinta itu," kata orang itu.

Setelah itu mengertilah Cinta akan kepentingannya di dunia ini.

Moral:
1. Apakah CINTA membutuhkan KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN dan KEGEMBIRAAN?
2. Dan hanya waktulah yang bisa menghargai CINTA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Find This Blog