Selasa, 27 Juli 2010

Hobbit, Manusia Kecil



Peneliti Universitas RMIT mengangkat teori kontroversial baru yang memprediksi bahwa karakteristik primitif manusia kecil, hobbit, merupakan dampak kondisi medis tertentu.

Dr Peter Obendorf dan Dr Ben Kefford, dari School of Applied Sciences, bekerja sama dengan Professor Charles Oxnard dari University of Western Australia’s Emeritus, menggarap karya tulis yang diterbitkan di British Journal, Proceedings of the Royal Society.

Para peneliti yang telah bergabung dalam diskusi dunia mengenai fosil manusia kecil yang ditemukan di pulau Flores Indonesia, mengatakan Fosil manusia kecil mewakili spesies primitif.

Sebuah fakta yang sepenuhnya merupakan hal baru bagi ilmu pengetahuan, sejak Hobbit ditemukan pada 2004.

Dr Obendorf mengatakan bahwa perbandingan antara fosil yang ditemukan dengan tulang manusia sekarang memberi kesan bahwa mereka memang manusia. Hanya saja mereka memiliki perawakan yang pendek dan karakteristik khusus, semacam kondisi yang mirip dengan kekurangan zat yodium.

“Kondisi medis, Dwarf Kretinisme memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan manusia kecil (hobbit) Flores,” kata dosen senior itu.

Kondisi medis Kretinisme ini disebabkan oleh kekurangan zat yodium yang parah di masa kehamilan yang dikombinasi dengan sejumlah faktor lingkungan lain. Seperti misalnya mengonsumsi makanan yang mengeluarkan asam sianida ke dalam tubuh dan meningkatkan serum tiosianat Di dalam tubuh, asam sianida langsung dinetralkan oleh sulfur sehingga terbentuk ion tiosianat, namun pembentukan ion tiosianat ini dapat mengganggu penyerapan yodium oleh kelenjar tiroid.

Manusia dengan gejala Dwarf Kretinisme tumbuh tidak lebih dari satu meter dan tulang mereka memiliki karakteristik khusus.

“Riset kami menyatakan bahwa fosil ini bukanlah jenis spesies baru tetapi lebih pada sisa-sisa kelompok manusia pemburu yang menderita kondisi Kretinisme,” sambungnya.

Dr Obendorf mulai bekerja sama dengan Profesor Oxnard segera setelah konferensi Masyarakat Australia & Asia tentang Biologi Manusia (Australasian Society for Human Biology conference). Dimana peneliti RMIT mencatat persamaan antara gambaran Fosil Flores dan ciri-ciri penderita kretin (kerdil). Dr Kefford mulai bergabung pada proyek ini satu tahun kemudian dan memberikan kontribusinya akan kemampuannya dalam melakukan analisa multi variabel.

Kretinisme telah banyak disembuhkan dari dunia barat melalui penambahan yodium dalam makanan. Namun, di negara-negara berkembang kondisi medis tersebut masih terjadi, di mana faktor lingkungan mengakibatkan populasi penduduk menderita kekurangan zat yodium yang penting.

Profesor Oxnard mengatakan bahwa, kebanyakan mereka yang meneliti Fosil Flores memperhatikan genetika dan keturunannya untuk menjelaskan ciri-ciri khusus mereka.

"Hampir semua orang yang melihat fosil ini, memandang dari perspektif yang evolusiner. Gagasan kami adalah, bahwa ini adalah suatu problema lingkungan,” katanya.

Dr Obendorf mengatakan bahwa teorinya berhubungan dengan tradisi percakapan penduduk asli pulau Flores, di mana termasuk cerita tentang “orang kecil” yang karakternya sungguh serupa dengan Penderita Dwarf Kretin.

“Beberapa cerita tradisional dari penduduk lokal mungkin hanyalah suatu memori kuno dari suatu masa yang dilupakan, manakala penderita Kretin merupakan bagian yang umum dari populasi manusia di Flores,” tambahnya.

Karya tulis berjudul, “Are the small human, like fossils found on Flores human endemic cretins?” Apakah fosil serupa, manusia kecil yang ditemukan di Flores adalah manusia yang endemi dari penderita Kretin? yang diterbitkan pada Proceedings of the Royal Society Catatan Masyarakat Kerajaan.

Misteri Lukisan Mona Lisa Diungkap Secara Ilmiah



Ilmu pengetahuan tiada henti menelusuri pesona Mona Lisa, yang kali ini dengan menggunakan tekhnik X-ray untuk memahami bayang-bayang dalam wajahnya.

Lukisan tersebut merupakan salah satu dari tujuh karya Leonardo Da Vinci yang diteliti oleh Philippe Walter.

Penelitian mereka menguraikan berbagai lapisan ultra-tipis dari glaze dan pigmen yang digunakan untuk mencapai transisi halus dari terang ke gelap. Karya ini dilaporkan dalam Jurnal Angewandte Chemie.

Hal ini dikatakan untuk memberikan informasi baru mengenai tekhnik yang dikenal sebagai "Sfumato" yang Da Vinci dan pelukis Renaisance lainnya gunakan guna menghasilkan gradasi halus dalam sifat maupun warna pada kanvas.

"Satu hal paling mengesankan yang anda akan kenali di depan lukisan ini adalah anda tidak dapat melihat sapuan kuas dan sidik jari," ujar peneliti, Dr Laurence de Viguerie.

Seperti disampaikannya kepada BBC News, bahwa lukisannya nampak terlihat baik, terpadu. Itulah sebabnya lukisan itu tidak mungkin dianalisa karena tidak memberikan petunjuk yang mudah.

Riset sebelumnya telah membentuk beberapa aspek utama dari Sfumato, namun kelompok Philippe Walter telah memberikan wawasan tambahan bagaimana Da Vinci mencapai efek ini.

Tim ini menggunakan spektometri flourescence X-ray (XRF) untuk menentukan komposisi dan ketebalan setiap lapisan yang dicat. XRF adalah tekhnik non-destruktif tanpa memerlukan sample yang diambil dari kanvas.

Sembilan wajah, termasuk Mona Lisa yang dievalusai dari tujuh lukisan karya Da Vinci dalam 40 tahun karirnya.

Ilmuwan-ilmuwan itu mampu secara detail membedakan resep yang digunakan oleh maestro tersebut untuk membuat bayangan di wajah. Resep-resep ini dikarakterisasi dengan tekhnik yang menggunakan lapisan glaze atau cat sangat tipis dan pigmen serta beberapa aditif alami.

Hal tersebut dijelaskan lewat analisis Da Vinci yang mampu menerapkan lapisan glaze dengan tebal hanya mencapai beberapa mikrometer (perseribu milimeter).

Penelitian ini dilakukan di ruang Museum Louvre, di Paris, di mana lukisan Mona Lisa disimpan.

Lukisan lain yang termasuk dalam penelitian ini antara lain, Virgin of the Rocks, Saint John the Baptist, Annunciation, Bacchus, Belle Ferronniere, Saint Anne, The Virgin dan Child.

Bacchus dianggap karya dari studio Da Vinci, sehingga tidak mungkin dibuat oleh Maestro tersebut. Philippe Laurence Viguerie Walterand merupakan gabungan dari Laboratorium Pusat Penelitian dan Restorasi Museum Perancis.

Kisah Hidup Si Kupu-Kupu




Di selembar daun jeruk ada seekor ulat bulu kecil, ulat bulu ini sekecil jempol, diatas kepala mereka terdapat dua buah tanduk kecil.

Mereka bergerak kesana kemari, kelihatannya seperti seekor keong kecil, warna tubuh mereka berwarna hijau.

Ulat bulu merayap kedaun, mengunyah daun-daun itu dengan lahap, mereka memakan daun dengan cepat seperti kelaparan.

Dalam sekejap, selembar daun sudah gundul ditelan mereka. Mereka juga suka bertarung, jika menyentuh mereka sedikit akan terlihat mereka mengangkat kepalanya dan kedua tanduk juga berdiri tegak kelihatan sangat marah dan siap bertarung.

Setelah beberapa hari ulat bulu ini gerakannya menjadi lamban, tubuhnya menjadi keras, tidak memakan apapun juga, sama sekali tidak bergerak, sehari kemudian kelihatannya mereka berubah menjadi kupu-kupu tetapi belum begitu sempurna.

Tubuhnya masih melengkung menjadi satu, kedua sayapnya juga belum terbuka, tetapi diatas tubuhnya sudah terlihat bunga warna-warni, perutnya juga mulai membuncit, berubah menjadi bulat, diatas perutnya terlihat garis-garis bunga, kedua tanduk diatas kepalanyanya juga mulai tumbuh menjadi kumis halus dan panjang. Tetapi tubuhnya masih sangat lemah, belum dapat terbang dengan bebas, mereka terlihat seperti sedang mabuk minum arak.

Sehari kemudian, mereka berubah menjadi tegar, merayap diatas daun, sebentar kemudian mereka mulai mengepakkan sayapnya dan terbang diatas langit yang biru, terbang jauh kealam bebas.

Kupu-kupu dengan riang terbang terkadang terbang ke atas langit, terkadang hinggap diatas bunga dan daun, terkadang hinggap dan beristirahat di atas pohon bambu, terkadang terbang ke sana-sini, manusia yang melihat cara terbang mereka yang lemah gemulai dan indah sangat senang.

Tetapi kehidupan kupu-kupu yang bebas dan gembira ini tidak bertahan lama. Pada suatu hari ketika dia sedang terbang kesana-sini bermain dengan gembira, tanpa sengaja dia jatuh ke sarang laba-laba, ketika sedang menggeliat berusaha melepaskan diri, laba-laba sudah mendekatnya memuntahkan jaringnya segera saja kupu-kupu terperangkap.

Pada saat ini kupu-kupu hanya dapat pasrah menyerahkan hidupnya. Manusia walaupun kasihan melihat kejadian ini tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya dia ditelan hidup-hidup oleh laba-laba.

Kupu-kupu dengan menggunduli pohon jeruk akhirnya dapat memakai sehelai gaun yang indah, tetapi hidupnya berakhir ditelan hidup-hidup oleh laba-laba. Dapat dilihat orang yang merampas milik orang lain sebagai sumber hidupnya, walaupun dia memakai penampilan yang betapa glamour pun untuk menggelabui orang lain, masih tidak dapat menyembunyikan sifat jahatnya, akhirnya dia juga tidak akan dapat lolos dari hukuman.

Ditimpa Malapetaka Karena Nafsu




Di kebudayaan barat maupun timur selalu mengajarkan kepada orang : akibat nafsu birahi dapat merusak badan menghancurkan masa depan. Didalam sejarah banyak masa depan, karier seseorang musnah karena nafsu birahi. Hari ini saya akan menceritakan sebuah kisah seorang bangsawan yang terjadi pada zaman Chunqiu (777-476 SM), karena tergoda oleh nafsu birahi, akhirnya ditimpa oleh mala petaka.

Cai Ai Hou adalah seorang raja yang genit, dia menikahi putri pertama bangsawan Chen Ai, sedangkan putri kedua dari Chen menikah dengan Raja Xi yang tinggal di Negara yang bersebelahan dengan Cai. Putri kedua itu karena menikah dengan Raja Xi disebut sebagai Xiqui, Xiqui sangat cantik.

Setelah menikah pada suatu hari Xiqui hendak pulang kerumah ibunya. Harus melewati Negara Cai, ketika Cai Ai Hou mendengar kabar iparnya akan melewati negaranya, menyambutnya tinggal di istananya, melihat kecantikan iparnya, timbul niat jahatnya. Mengatakan perkataan yang merayu yang tidak pantas dikatakan sebagai seorang tuan rumah terhadap tamunya. Didalam hati Xiqui sangat geram. Setelah mengunjungi ibunya, ketika hendak kembali dia tidak mau melewati Negara Cai dia memutar melewati jalan lain.

Setelah sampai dinegaranya, Xiqui mengadu kepada suaminya tentang kelakuan tidak pantas dari Cai Ai Hou. Xi Hou setelah mendengar pengaduan dari istrinya sangat marah, ingin membalas dendam, Lalu dia pergi ke negri Chu, berkata kepada Raja Chu : “Negara paduka adalah Negara yang makmur dan kuat, semua orang patuh kepada paduka, hanya Cai Hou yang sombong yang tidak patuh kepada paduka, jika paduka pura-pura menyerang negara saya, saya akan meminta bantuan dari Negara Cai, Cai Ai Hou pasti datang membantu, pada saat ini pasukan saya dan pasukan paduka sama-sama menyerang dari luar dan dalam pasti akan mengalahkan pasukan Cai, pada saat ini Cai Ai Hau pasti akan takluk kepada paduka.”

Raja Chu setuju dengan akal Xi. Sesuai rencana Raja Chu menjelang Negara Xi, dan Negara Xi meminta bantuan Cai, dan Cai Ai Hou datang membantu, pada saat ini pasukan Raja Chu dan Xi menyerang Cai, akhirnya Cai Ai Hou tertangkap dan dibawa pulang ke negara Chu, pada saat itu Cai Ai Hou tahu dirinya telah dijebak bersumpah akan membalas dendam kepada Xi.

Akhirnya Raja Chu membebaskan Cai Ai Hou, sebelum pulang ke negaranya Cai Ai Hou menceritakan kepada Raja Chu betapa cantiknya istri Xi yang bernama Xiqui itu. Setelah mendengar ceritanya Raja Chu tergoda akan kecantikannya. Lalu membawa pasukannya datang ke Negara Xi dengan alasan datang bertamasya, melihat kedatangannya Xi menyambutnya masuk ke istananya, menjamunya. Ketika dimeja perjamuan Raja Chu meminta istri Xi menuang arak untuknya. Permintaan tamu terhormat ini tidak bisa dibantah oleh Xi akhirnya dia menyuruh istrinya keluar menjamu Raja Chu, Begitu Raja Chu terpesona melihat kecantikan Xiqui. Keesokan harinya Raja Chu dengan alasan membalas kembali undangan Xi, mengundang Xi ke penginapannya bermaksud menjebak Xi, Xi memenuhi undangannya dan ditangkap. Raja Chu lalu membawa pulang Xiqui kenegrinya dan dijadikan istrinya.

Selama 3 tahun di Negara Chu, Xiqui sifatnya sangat dingin, jarang berbicara, Raja Chu sangat heran, pada suatu hari bertanya kepadanya kenapa demikian? Xiqui dengan airmata berlinang bercerita : Bagaimana saya tidak sedih sebagai seorang wanita, saya dipaksa kawin dengan 2 orang pria, mana ada muka saya berbicara dengan orang lain lagi? Setelah berkata demikian menangis dengan sedih. Untuk menghiburnya Raja Chu berkata : “Semua ini gara-gara Cai Ai Hou, istriku jangan sedih, saya akan membalas dendam ini untukmu.” Lalu dia memerintahkan pasukannya menyerang Negara Xi, Cai Ai Hou tidak bisa melawan, dengan malu dia menyerahkan diri, sekali ini tidak lagi dilepaskan, selama 9 tahun dia dipenjarakan di Negara Chu akhirnya meninggal di penjara.

Cai Ai Hou setelah melihat kecantikan Xiqui timbul nafsu birahi, tidak membedakan sopan santun menggodanya, menyebabkan malapetaka yang pertama, tetapi dia tidak sadar karena nafsunya yang menyebabkan malapetaka, dia malah untuk membalas dendam menghasut Raja Chu supaya tergoda dan menyerang Negara Xi. Karena serangannya Raja Chu maka mendapat Xiqui, untuk menghibur Xiqui Raja Chu menyerang Negara Cai, menangkap Cai Ai Hou. Untuk kedua kalinya Cai Ai Hou akibat perbuatan sendiri menimbulkan malapetaka yang membuat dirinya mati dipenjara. Disini kelihatan bahwa walaupun diri sendiri yang tergoda nafsu melakukan perbuatan yang tidak baik, maupun membuat orang lain tergoda oleh nafsu birahi semua perbuatan itu akan menimbulkan malapetaka untuk diri sendiri! Pepatah orang dahulu mengatakan :”Orang yang untuk kesenangan timbul nafsu birahinya. Kesenangan tersebut hanya sekejab, tetapi akan menyebabkan penyesalan seumur hidup.” Pepatah ini sunguh masuk akal!

Coba lihat Xi Hou, karena nafsu sesaat, menyebabkan peperangan 3 negara yaitu Cai, Xi dan Chu, akhirnya dirinya sendiri yang kena petaka. Sedangkan Raja Chu karena merebut istri orang yang cantik, Setelah 15 tahun naik tahta akhirnya menderita penyakit aneh dan meninggal dunia. Disini dapat dilihat, walaupun seorang raja apabila tergoda oleh nafsu akan membawa malapetaka, apalagi sebagai orang biasa tentu tidak akan terhindar dari hal ini. Sebagai manusia tidak boleh tergoda oleh nafsu birahi dan tidak boleh dikukung oleh nafsu birahi. Sebagai seorang yang berkultivasi kebaikan, lebih-lebih harus menghilangkan segala yang berhubungan dengan nafsu.

Find This Blog